Mata juling atau strabismus bukan hanya satu jenis saja. Ada beberapa variasi posisi mata yang tidak sejajar, dan masing-masing memiliki cara penanganan yang berbeda. Memahami jenisnya penting agar orang tua maupun penderita bisa mendapatkan terapi yang tepat sesuai usia.
Jenis-Jenis Mata Juling
- Esotropia
Posisi mata mengarah ke dalam. Sering terjadi pada anak kecil, terutama sebelum usia 6 tahun.
Penanganan: Kacamata khusus, terapi penutup mata, atau operasi jika diperlukan. - Exotropia
Posisi mata mengarah keluar. Biasanya terlihat ketika penderita lelah atau sedang melamun.
Penanganan: Latihan mata, terapi penglihatan, atau operasi. - Hipertropia
Salah satu mata mengarah ke atas. Kondisi ini bisa memengaruhi persepsi kedalaman dan koordinasi.
Penanganan: Operasi otot mata atau kacamata prisma. - Hipotropia
Salah satu mata mengarah ke bawah. Relatif jarang, namun dapat mengganggu penglihatan ganda.
Penanganan: Operasi atau lensa prisma.
Penanganan Berdasarkan Usia
- Bayi (0–1 tahun): Segera periksakan jika mata juling terus-menerus lebih dari 4 bulan.
- Balita (1–5 tahun): Terapi mata dan kacamata sering menjadi pilihan pertama.
- Anak sekolah: Kombinasi latihan mata, kacamata, dan patching.
- Dewasa: Terapi dan operasi menjadi pilihan utama.
Mata juling bukanlah sekadar masalah penampilan, melainkan kondisi yang perlu ditangani dengan tepat sejak dini agar tidak menimbulkan gangguan penglihatan jangka panjang. Dengan memahami jenis-jenisnya serta penanganan sesuai usia, orang tua maupun penderita dapat mengambil langkah yang tepat bersama dokter spesialis mata di RS Mata Ramata Denpasar | Ramata Eye Center. Deteksi dan terapi yang lebih cepat akan meningkatkan peluang keberhasilan dan kualitas hidup penderita strabismus.




