Emergency Call

Reservation

Customer Care

Emergency Call

Reservation

Customer Care

Artikel

Sering menyipitkan mata saat melihat jauh? Bisa jadi itu tanda mata minus yang perlu segera diperiksa

Mata minus adalah salah satu gangguan penglihatan yang paling sering dialami, baik oleh anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah miopia atau rabun jauh.

Seseorang dengan mata minus biasanya masih bisa melihat benda yang dekat dengan cukup jelas, tetapi kesulitan melihat benda yang jauh. Misalnya, tulisan di papan, rambu jalan, layar presentasi, atau wajah orang dari kejauhan terlihat buram. Secara medis, miopia terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata jatuh di depan retina, bukan tepat di retina. Akibatnya, objek yang jauh tampak tidak jelas.

Apa Itu Mata Minus?

Mata minus adalah kondisi ketika mata mengalami gangguan fokus, sehingga penglihatan jarak jauh menjadi buram. Pada mata normal, cahaya akan difokuskan tepat pada retina, yaitu bagian belakang mata yang berfungsi menangkap gambar. Namun pada mata minus, cahaya jatuh di depan retina.

Itulah mengapa orang dengan mata minus sering merasa lebih nyaman melihat objek dari jarak dekat, tetapi kesulitan saat melihat objek yang jauh. Kondisi ini bisa ringan, sedang, hingga berat, tergantung ukuran minus atau derajat miopianya.

Penyebab Mata Minus

Mata minus dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut penyebab yang paling umum:

1. Bentuk bola mata terlalu panjang

Salah satu penyebab utama mata minus adalah bentuk bola mata yang lebih panjang dari normal. Ketika bola mata terlalu panjang, cahaya yang masuk tidak jatuh tepat di retina, melainkan di depan retina. Hal ini membuat penglihatan jarak jauh menjadi buram.

2. Bentuk kornea atau lensa mata

Selain bentuk bola mata, kelengkungan kornea atau lensa mata juga dapat memengaruhi fokus cahaya. Jika bentuk kornea atau lensa tidak ideal, mata akan kesulitan memfokuskan cahaya dengan tepat.

3. Faktor keturunan

Risiko mata minus bisa lebih tinggi jika ada anggota keluarga, terutama orang tua, yang juga memiliki mata minus. Jadi, apabila ayah atau ibu menggunakan kacamata minus, anak perlu lebih diperhatikan kondisi penglihatannya. National Eye Institute menjelaskan bahwa seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami miopia jika memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa.

4. Kebiasaan melihat dekat terlalu lama

Aktivitas melihat dekat dalam waktu lama, seperti membaca, menggunakan handphone, menatap laptop, atau bermain gadget tanpa jeda, dapat berkontribusi pada keluhan mata lelah dan berpotensi memperburuk kebiasaan visual, terutama pada anak usia sekolah. Kemenkes juga menyebut kebiasaan membaca dekat dengan penerangan kurang serta kurangnya aktivitas luar ruangan sebagai faktor yang dapat memengaruhi progresivitas miopia pada usia sekolah.

5. Kurang aktivitas di luar ruangan

Anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan jarang beraktivitas di luar ruangan disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami mata minus. National Eye Institute menyebut anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan cenderung lebih kecil kemungkinannya mengalami miopia, meskipun mekanismenya masih terus dipelajari.

Gejala Mata Minus yang Sering Terjadi

Gejala mata minus bisa berbeda-beda pada setiap orang. Pada kondisi ringan, seseorang bahkan mungkin tidak sadar bahwa penglihatannya mulai terganggu. Namun, beberapa gejala berikut perlu diperhatikan:

  • Pandangan buram saat melihat benda jauh.
  • Sering menyipitkan mata agar objek terlihat lebih jelas.
  • Mata cepat lelah, terutama setelah membaca atau menatap layar.
  • Sering sakit kepala.
  • Sulit melihat tulisan di papan, layar, atau rambu jalan.
  • Sering mendekatkan wajah ke buku, TV, atau layar gadget.
  • Pada anak, sering mengucek mata atau tampak tidak menyadari benda yang jauh.

Gejala umum miopia meliputi sulit melihat objek jauh, sering menyipitkan mata, dan mata terasa lelah. Pada sebagian orang, mata minus juga dapat disertai sakit kepala.

Baca Juga artikel berikut:

  1. Kenali Mata Malas Sejak Dini: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
  2. Megatasi & Mencegah Myopia: Solusi Terbaik untuk Rabun Jauh
  3. Mengenal Myopia

Bagaimana Cara Mencegah Mata Minus Bertambah Parah?

Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu menjaga kesehatan mata:

  • Istirahatkan mata secara berkala saat membaca atau menggunakan gadget.
  • Gunakan pencahayaan yang cukup saat membaca.
  • Hindari membaca terlalu dekat.
  • Batasi penggunaan gadget berlebihan, terutama pada anak.
  • Perbanyak aktivitas di luar ruangan.
  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin.
  • Gunakan kacamata sesuai resep dokter atau tenaga profesional.

Kesimpulan

Mata minus atau miopia adalah kondisi ketika seseorang sulit melihat objek yang jauh dengan jelas. Penyebabnya bisa berkaitan dengan bentuk bola mata, kornea, faktor keturunan, kebiasaan melihat dekat terlalu lama, serta kurangnya aktivitas luar ruangan.

Jangan abaikan gejala seperti pandangan buram, sering menyipitkan mata, mata cepat lelah, atau anak sering melihat dari jarak dekat. Pemeriksaan mata sejak dini dapat membantu menentukan ukuran kacamata yang tepat dan mencegah gangguan penglihatan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika Anda atau keluarga mengalami gejala mata minus, lakukan pemeriksaan mata di RS Mata Ramata untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dari dokter spesialis mata.

Paket Terkait