Halo Sahabat Ramata! Banyak orang percaya bahwa mata minus dapat berkurang dengan rutin mengonsumsi makanan tinggi vitamin A, seperti wortel. Anggapan ini muncul karena wortel dikenal baik untuk kesehatan mata. Namun, secara medis, konsumsi wortel atau vitamin A tidak dapat mengurangi ukuran minus secara langsung.
Mata minus atau myopia terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata jatuh di depan retina, bukan tepat di retina. Penyebab terseringnya adalah bola mata yang terlalu panjang dari depan ke belakang, atau sistem optik mata yang terlalu kuat. Karena penyebabnya berkaitan dengan struktur bola mata dan daya fokus kornea/lensa, makanan tidak dapat memendekkan bola mata atau mengubah kelengkungan kornea agar minus menjadi turun.
Vitamin A tetap penting untuk kesehatan mata. Nutrisi ini membantu fungsi retina dan menjaga permukaan mata pada bagian konjungtiva dan kornea tetap lembab dan sehat. Jadi, wortel, sayuran hijau, telur, ikan, dan makanan bergizi lain tetap dianjurkan sebagai bagian dari pola makan sehat. Namun, manfaatnya adalah menjaga kesehatan mata secara umum, bukan sebagai terapi untuk menurunkan ukuran minus.
Beberapa penelitian mendukung hal tersebut. Studi oleh Ng dkk. (2020) yang menilai asupan vitamin A sejak remaja hingga dewasa muda tidak menemukan hubungan signifikan antara total asupan vitamin A dengan kelainan refraksi atau myopia setelah disesuaikan dengan faktor lain. Penelitian Xiao dkk. (2024) pada 1.620 remaja di Amerika juga menunjukkan bahwa vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, alfa-karoten, trans-beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin tidak berhubungan signifikan dengan penurunan risiko myopia.
Dengan demikian, klaim bahwa wortel atau makanan tinggi vitamin A dapat mengurangi mata minus termasuk mitos ya Sahabat! Pada anak dan remaja, fokus yang lebih tepat adalah myopia control, yaitu memperlambat pertambahan minus dan pemanjangan bola mata. International Myopia Institute menyebutkan beberapa metode dengan bukti klinis, seperti lensa kacamata khusus myopia control, soft contact lens multifokal, orthokeratology, atropin dosis rendah, dan terapi kombinasi tertentu. Pilihan terapi tetap perlu disesuaikan melalui pemeriksaan dokter mata.
Di Ramata Eye Center, sudah ada lho layanan Myopia Health Care, yang memang dirancang khusus untuk kebutuhan Sahabat Ramata. Layanan Myopia Health Care memfasilitasi pemeriksaan dan terapi yang terkhusus untuk Myopia, seperti pemeriksaan dengan Topografi dan terapi dengan Ortho-K, Lensa Defokus, dan Atropin, yang pastinya sesuai kebutuhan Sahabat Ramata.
Kesimpulannya, wortel bukan obat mata minus. Vitamin A berperan penting dalam menjaga kesehatan mata, tetapi tidak dapat menurunkan ukuran minus yang sudah terjadi.
Yuk tunggu apalagi? Langsung konsultasikan dengan ahlinya di Ramata Eye Center sebelum terlambat! Jaga kesehatan mata untuk masa depanmu!
Ramata Eye Center, Vision with Precision!
| Pesan Utama: Makanan tinggi vitamin A baik untuk menjaga kesehatan mata, tetapi tidak terbukti dapat mengurangi ukuran mata minus. |






