• info@rsmramata.com
  • 0361 9069009

Mengenal Glaukoma : Gejala, Penyebab & Penangannya

Halo Sahabat Ramata, glaukoma berada di peringkat kedua sebagai penyebab kebutaan menetap di dunia, setelah katarak. Kehilangan penglihatan akibat glaukoma bersifat menetap namun dapat dicegah 


Apa yang di sebut glaukoma ?

GLAUKOMA merupakan penyakit mata yang ditandai dengan gangguan atau kerusakan saraf optik pada mata yang ditandai dengan gangguan lapang pandangan yang khas. Penyakit ini sering kali diakibatkan oleh peningkatan tekanan dalam bola mata karena ketidakseimbangan antara produksi cairan di dalam mata dan pengeluaran cairan tersebut dari mata, atau kepadatan bola mata meningkat oleh terjadinya penumpukan cairan di dalam mata.

Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan menetap pada saraf optik dan hilangnya penglihatan tepi, yang dapat berakhir dengan kebutaan. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan pada gambar.

Sekitar 20% pasien glaukoma dapat memiliki tekanan mata yang normal, yang dikenal sebagai “normal tension glaucoma”.  Oleh sebab itu, diagnosis glaukoma tidak hanya berdasarkan pada tekanan mata itu sendiri, namun terdiri dari evaluasi yang cermat terhadap saraf optik dan struktur mata lainnya. Tekanan mata, sirkulasi darah, dan anatomi mata berkaitan dengan kerusakan yang terjadi pada glaukoma. Dengan demikian, diagnosis glaukoma membutuhkan pemeriksaan melebarkan pupil dan pemeriksaan lainnya yang meliputi pemeriksaan lapang pandang, analisis lapisan serabut saraf,  fotografi saraf optik, pemeriksaan trabecular meshwork dengan menggunakan lensa kontak khusus (gonioskopi), dan pengukuran ketebalan kornea (pakimetri).

Pasien glaukoma umumnya tidak menyadari adanya gangguan penglihatan hingga penyakitnya telah mencapai stadium lanjut. Diperkirakan sekitar  50% pasien glaukoma tidak menyadari bahwa mereka menderita glaukoma. Semua orang yang berusia di atas 40 tahun disarankan untuk melakukan skrining glaukoma.


Faktor Resiko Glaukoma?

Orang dengan kondisi dibawah ini berisiko menderita glaukoma

  • Berusia di atas 45 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma.
  • Mengidap kondisi medis tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi.
  • Mengalami rabun dekat atau rabun jauh.
  • Pernah mengalami cedera mata atau menjalani jenis operasi mata tertentu.
  • Menggunakan obat steroid, terutama obat tetes mata dalam waktu yang lama.

Karena kerusakan penglihatan yang disebabkan oleh glaukoma bersifat permanen, maka deteksi, diagnosis, dan pengendaliannya idealnya harus dilakukan sedini mungkin  oleh dokter spesialis mata.

Deteksi dini serta pengobatan yang tepat dapat mencegah perburukan kesehatan mata pada glaucoma. pemberian obat-obatan, sampai tindakan pembedahan menjadi pilihan dalam pengobatan glaucoma. pengobatan ini dilakukan oleh dokter mata subspesialis Glaukoma.