Emergency Call

Reservation

Customer Care

Emergency Call

Reservation

Customer Care

Artikel

Retina Mata: Fungsi, Penyakit Retina, Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

Apa Itu Retina Mata?

Retina adalah lapisan jaringan tipis yang terletak di bagian paling belakang bola mata. Meskipun tipis, retina memiliki peran yang sangat penting karena bertugas menangkap cahaya yang masuk ke mata dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang kemudian dikirim ke otak melalui saraf optik.

Sederhananya, retina bekerja layaknya sensor pada kamera. Jika lensa mata berfungsi memfokuskan cahaya, maka retina bertugas “merekam” gambar agar dapat diproses oleh otak menjadi penglihatan yang jelas.

Karena perannya yang sangat penting, gangguan pada retina dapat menyebabkan penurunan penglihatan yang serius bahkan kebutaan apabila tidak segera ditangani.

Bagaimana Retina Mata Bekerja?

Ketika cahaya masuk melalui kornea dan lensa mata, cahaya akan difokuskan ke retina.

Di dalam retina terdapat dua jenis sel utama, yaitu:

  • Sel Batang (Rods)

Sel batang berfungsi membantu melihat dalam kondisi cahaya redup dan mendeteksi gerakan.

  • Sel Kerucut (Cones)

Sel kerucut berfungsi mengenali warna dan menghasilkan penglihatan yang tajam, terutama saat berada di tempat terang. Setelah cahaya diterima oleh kedua jenis sel tersebut, retina akan mengubahnya menjadi impuls listrik yang dikirim ke otak. Proses ini berlangsung sangat cepat sehingga kita dapat melihat objek secara real-time.

Mengapa Retina Sangat Penting?

Retina merupakan salah satu bagian mata yang paling sensitif. Kerusakan pada retina tidak selalu dapat diperbaiki sepenuhnya, sehingga deteksi dan penanganan sejak dini menjadi sangat penting.

Gangguan retina dapat menyebabkan:

  • Penglihatan kabur.
  • Hilangnya sebagian lapang pandang.
  • Sulit membedakan warna.
  • Penglihatan bergelombang.
  • Kehilangan penglihatan secara permanen.

Penyakit Retina yang Sering Terjadi

  1. Retinopati Diabetik

Retinopati diabetik merupakan komplikasi diabetes yang menyerang pembuluh darah kecil pada retina. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan pembuluh darah retina bocor, tersumbat, atau tumbuh secara tidak normal sehingga mengganggu penglihatan.

Gejala

  • Penglihatan kabur.
  • Floaters (bintik melayang).
  • Sulit membaca.
  • Penglihatan menurun secara bertahap.
  • Pada tahap awal sering kali tidak bergejala.

Karena gejala awal sering tidak disadari, penderita diabetes dianjurkan menjalani pemeriksaan retina secara rutin.

  1. Ablasi Retina

Ablasi retina terjadi ketika retina terlepas dari lapisan jaringan di bawahnya sehingga tidak lagi mendapatkan suplai nutrisi dan oksigen yang cukup. Kondisi ini merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera.

Gejala

  • Kilatan cahaya.
  • Muncul banyak floaters secara tiba-tiba.
  • Bayangan seperti tirai menutupi sebagian penglihatan.
  • Penurunan penglihatan mendadak.

Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang mempertahankan penglihatan.

  1. Robekan Retina

Robekan retina sering kali menjadi awal terjadinya ablasi retina. Robekan dapat terjadi akibat:

  • Proses penuaan.
  • Benturan pada mata.
  • Mata minus tinggi.
  • Tarikan cairan vitreous.

Jika ditemukan lebih awal, robekan retina sering kali dapat ditangani dengan tindakan laser sehingga risiko ablasi retina dapat dikurangi.

  1. Degenerasi Makula

Makula merupakan bagian tengah retina yang bertanggung jawab terhadap penglihatan sentral. Degenerasi makula umumnya terjadi pada usia lanjut.

Gejala

  • Sulit membaca.
  • Wajah orang tampak buram.
  • Garis lurus terlihat bergelombang.
  • Sulit mengenali detail objek.
  1. Edema Makula

Edema makula adalah pembengkakan pada makula akibat penumpukan cairan.

Penyebabnya antara lain:

  • Diabetes.
  • Peradangan mata.
  • Penyumbatan pembuluh darah retina.
  • Komplikasi pascaoperasi mata.

Faktor Risiko Gangguan Retina

Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko penyakit retina, antara lain:

  • Diabetes melitus.
  • Hipertensi.
  • Kolesterol tinggi.
  • Mata minus tinggi.
  • Riwayat cedera mata.
  • Usia di atas 50 tahun.
  • Riwayat keluarga dengan penyakit retina.
  • Merokok.

Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara berkala.

Gejala Gangguan Retina yang Tidak Boleh Diabaikan

Segera periksakan mata apabila mengalami:

  • Penglihatan kabur secara tiba-tiba.
  • Kilatan cahaya.
  • Floaters yang bertambah banyak.
  • Bayangan hitam seperti tirai.
  • Penglihatan bergelombang.
  • Sulit membaca.
  • Kehilangan sebagian lapang pandang.
  • Penurunan penglihatan yang tidak membaik.

Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan serius pada retina yang memerlukan penanganan segera.

Bagaimana Dokter Memeriksa Retina?

Untuk mengetahui kondisi retina secara menyeluruh, dokter mata dapat melakukan beberapa pemeriksaan berikut.

  • Pemeriksaan Fundus Mata

Dokter menggunakan alat khusus untuk melihat kondisi retina, makula, pembuluh darah retina, dan saraf optik.

  • OCT Retina (Optical Coherence Tomography)

OCT merupakan teknologi pencitraan yang menghasilkan gambar lapisan retina secara detail.

Pemeriksaan ini membantu mendeteksi:

    • Edema makula.
    • Degenerasi makula.
    • Retinopati diabetik.
    • Gangguan saraf optik.
    • Kelainan makula lainnya.
  • Fundus Photography

Foto retina digunakan untuk mendokumentasikan kondisi retina sehingga perubahan dari waktu ke waktu dapat dipantau dengan lebih mudah.

  • Fluorescein Angiography

Pemeriksaan ini menggunakan zat pewarna khusus untuk melihat aliran darah pada retina dan membantu mendeteksi kebocoran atau penyumbatan pembuluh darah.

  • USG Mata

Jika retina tidak dapat terlihat jelas karena perdarahan atau katarak yang sangat padat, dokter dapat menggunakan USG mata untuk mengevaluasi kondisi bagian belakang bola mata.

  • Bagaimana Penanganan Penyakit Retina?

Penanganan akan disesuaikan dengan jenis penyakit retina yang dialami pasien.

Beberapa pilihan terapi meliputi:

  • Laser Retina

Digunakan untuk mengatasi robekan retina atau retinopati diabetik pada kondisi tertentu.

  • Injeksi Intravitreal

Dokter menyuntikkan obat ke dalam bola mata untuk mengurangi pembengkakan retina atau menghambat pertumbuhan pembuluh darah abnormal. Terapi ini sering digunakan pada:

    • Edema makula.
    • Degenerasi makula tipe basah.
    • Retinopati diabetik.
  • Operasi Vitrektomi

Operasi ini dilakukan untuk menangani kondisi retina yang lebih kompleks, seperti:

    • Ablasi retina.
    • Perdarahan vitreous.
    • Lubang makula.
    • Membran epiretina.
  • Bisakah Penyakit Retina Dicegah?

Tidak semua penyakit retina dapat dicegah. Namun, risiko dapat dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan mata secara berkala. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

    • Mengontrol gula darah bagi penderita diabetes.
    • Menjaga tekanan darah tetap normal.
    • Berhenti merokok.
    • Mengonsumsi makanan kaya antioksidan, vitamin A, C, E, lutein, dan omega-3.
    • Menggunakan pelindung mata saat beraktivitas berisiko.
    • Melakukan pemeriksaan retina secara rutin, terutama bagi penderita diabetes dan usia di atas 50 tahun.
  • Layanan Retina di Rumah Sakit Mata Ramata

Retina memerlukan penanganan oleh dokter spesialis mata dengan kompetensi di bidang vitreoretina. Rumah Sakit Mata Ramata menyediakan layanan diagnosis dan penanganan berbagai penyakit retina dengan dukungan dokter spesialis mata serta fasilitas diagnostik modern.

Layanan retina yang tersedia meliputi:

    • Pemeriksaan retina komprehensif.
    • OCT Retina.
    • Fundus Photography.
    • Fluorescein Angiography.
    • Laser Retina.
    • Injeksi intravitreal sesuai indikasi.
    • Operasi vitreoretina untuk kasus tertentu.

Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan sejak dini, berbagai penyakit retina memiliki peluang lebih baik untuk mempertahankan kualitas penglihatan pasien.

Paket Terkait