Emergency Call

Reservation

Customer Care

Emergency Call

Reservation

Customer Care

Artikel

Floaters Mata: Bintik Hitam yang Melayang di Penglihatan, Normal atau Berbahaya?

Pernah Melihat Bintik Hitam yang Melayang?

Apakah Anda pernah melihat bintik hitam, benang tipis, titik-titik kecil, atau bayangan seperti sarang laba-laba yang bergerak mengikuti arah pandangan? Ketika mencoba melihatnya secara langsung, bayangan tersebut seolah-olah menghilang atau berpindah posisi. Kondisi ini dikenal sebagai floaters mata.

Pada banyak orang, floaters merupakan bagian dari proses penuaan dan tidak berbahaya. Namun, pada kondisi tertentu, munculnya floaters secara tiba-tiba dapat menjadi tanda robekan retina atau ablasi retina, yang membutuhkan penanganan segera.

Karena itu, penting untuk mengetahui kapan floaters masih dianggap normal dan kapan harus segera diperiksa oleh dokter mata.

Apa Itu Floaters Mata?

Floaters adalah bayangan kecil yang tampak melayang di lapang pandang.

Bayangan tersebut sebenarnya bukan berada di luar mata, melainkan berasal dari bagian dalam bola mata, tepatnya di vitreous, yaitu gel bening yang mengisi sebagian besar rongga mata.

Ketika struktur vitreous berubah, terbentuk serat-serat kecil yang kemudian memunculkan bayangan pada retina sehingga terlihat sebagai titik atau benang yang melayang.

Seperti Apa Bentuk Floaters?

Setiap orang dapat melihat bentuk floaters yang berbeda, misalnya:

  • Titik hitam kecil.
  • Benang tipis.
  • Sarang laba-laba.
  • Lingkaran kecil.
  • Bayangan transparan.
  • Gumpalan kecil.

Floaters biasanya lebih mudah terlihat ketika melihat:

  • Langit biru.
  • Dinding putih.
  • Layar komputer terang.
  • Kertas putih.

Mengapa Floaters Terjadi?

  1. Proses Penuaan

Penyebab paling umum floaters adalah perubahan alami pada vitreous seiring bertambahnya usia.

Gel vitreous perlahan menjadi lebih cair sehingga terbentuk serat-serat kecil yang terlihat sebagai floaters.

Kondisi ini sering mulai terjadi setelah usia 40–50 tahun.

  1. Posterior Vitreous Detachment (PVD)

Seiring bertambahnya usia, vitreous dapat terlepas dari permukaan retina.

PVD sering kali merupakan proses alami.

Namun, pada sebagian kasus, tarikan vitreous dapat menyebabkan robekan retina sehingga perlu dievaluasi oleh dokter.

  1. Robekan Retina

Jika vitreous menarik retina terlalu kuat, dapat terjadi robekan.

Gejala yang perlu diwaspadai:

  • Floaters muncul mendadak dalam jumlah banyak.
  • Kilatan cahaya.
  • Bayangan hitam seperti tirai.

Robekan retina memerlukan pemeriksaan segera.

  1. Ablasi Retina

Apabila retina terlepas dari jaringan di bawahnya, pasien dapat mengalami:

  • Floaters mendadak.
  • Kilatan cahaya.
  • Penurunan penglihatan.
  • Bayangan seperti tirai yang menutupi sebagian lapang pandang.

Ablasi retina merupakan keadaan darurat.

  1. Perdarahan Vitreous

Perdarahan di dalam mata dapat terjadi akibat:

  • Diabetes.
  • Cedera mata.
  • Robekan retina.
  • Penyakit pembuluh darah retina.

Floaters pada kondisi ini biasanya tampak lebih banyak dan dapat disertai penurunan penglihatan.

  1. Peradangan di Dalam Mata (Uveitis)

Peradangan pada bagian dalam mata juga dapat menyebabkan munculnya floaters disertai nyeri, mata merah, atau penglihatan kabur.

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Floaters?

Risiko floaters lebih tinggi pada:

  • Usia di atas 50 tahun.
  • Mata minus tinggi.
  • Penderita diabetes.
  • Orang yang pernah menjalani operasi mata.
  • Riwayat cedera mata.
  • Riwayat penyakit retina.

Kapan Floaters Menjadi Berbahaya?

Floaters yang sudah lama ada dan jumlahnya stabil umumnya tidak memerlukan penanganan khusus.

Namun, segera periksakan mata apabila mengalami:

  • Floaters muncul secara tiba-tiba.
  • Jumlah floaters bertambah banyak dalam waktu singkat.
  • Muncul kilatan cahaya.
  • Penglihatan menjadi kabur.
  • Bayangan seperti tirai hitam.
  • Kehilangan sebagian lapang pandang.

Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan robekan retina atau ablasi retina yang membutuhkan penanganan segera.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Penyebab Floaters?

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah floaters berasal dari proses penuaan atau merupakan tanda penyakit retina.

Pemeriksaan Ketajaman Penglihatan

Untuk mengetahui apakah terjadi penurunan penglihatan.

Pemeriksaan Retina dengan Pelebaran Pupil

Dokter akan menggunakan obat tetes untuk melebarkan pupil sehingga retina dapat diperiksa secara menyeluruh.

Pemeriksaan ini sangat penting pada pasien dengan floaters yang baru muncul.

OCT Retina

Pada kondisi tertentu, OCT membantu mengevaluasi struktur retina dan makula secara lebih rinci.

USG Mata

Jika retina sulit terlihat akibat perdarahan atau media mata yang keruh, dokter dapat menggunakan USG mata.

Bagaimana Penanganan Floaters?

Penanganan tergantung pada penyebabnya.

Floaters Akibat Penuaan

Sebagian besar tidak memerlukan tindakan khusus.

Seiring waktu, otak biasanya akan beradaptasi sehingga floaters terasa semakin tidak mengganggu.

Robekan Retina

Dokter dapat melakukan laser retina atau tindakan lain sesuai indikasi untuk mencegah terjadinya ablasi retina.

Ablasi Retina

Ablasi retina memerlukan tindakan operasi, seperti vitrektomi atau prosedur lain yang sesuai dengan kondisi pasien.

Perdarahan Vitreous

Pengobatan bergantung pada penyebab perdarahan.

Pada beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan observasi, sementara pada kondisi lain dapat diperlukan tindakan operasi.

Apakah Floaters Bisa Hilang?

Tidak semua floaters dapat hilang sepenuhnya.

Pada banyak orang:

  • Floaters menjadi kurang terlihat seiring waktu.
  • Otak belajar mengabaikan bayangan tersebut.
  • Keluhan menjadi tidak terlalu mengganggu.

Namun, apabila floaters disebabkan oleh penyakit retina, penanganan terhadap penyebab utamanya menjadi prioritas.

Bisakah Floaters Dicegah?

Tidak semua floaters dapat dicegah karena sebagian merupakan bagian dari proses penuaan.

Namun, Anda dapat membantu menjaga kesehatan mata dengan:

  • Mengontrol diabetes.
  • Menghindari cedera mata.
  • Memeriksakan mata secara rutin.
  • Segera memeriksakan diri jika muncul floaters baru disertai kilatan cahaya.

Layanan Retina di Rumah Sakit Mata Ramata

Rumah Sakit Mata Ramata menyediakan layanan pemeriksaan retina bagi pasien yang mengalami floaters atau gangguan penglihatan lainnya.

Layanan meliputi:

  • Pemeriksaan retina komprehensif.
  • Pemeriksaan dengan pelebaran pupil.
  • OCT Retina.
  • USG mata.
  • Laser retina sesuai indikasi.
  • Penanganan robekan retina.
  • Operasi vitreoretina pada kasus tertentu.

Dengan dukungan dokter subspesialis vitreoretina dan fasilitas diagnostik modern, penyebab floaters dapat dievaluasi secara menyeluruh sehingga penanganan yang tepat dapat segera diberikan.

Paket Terkait