• info@rsmramata.com
  • 0361 9069009

Yuk Kenali Penyakit Mata Pterigium

Anda yang kerap terpapar sinar ultraviolet, patut waspada terhadap risiko penyakit mata Pterigium. Pterigium yang dikenal pula dengan sebutan Surfer's eye (mata peselancar) merupakan gangguan pada mata dikarenakan aktivitas yang tinggi di luar ruangan. Umumnya ini dialami oleh atlet, peselancar, serta orang-orang yang banyak bekerja di bawah sinar matahari.

Secara klinis, penyakit mata Pterigium adalah gangguan yang ditandai dengan munculnya selaput menyerupai daging berwarna merah muda pada bagian kunjungtiva. Kemunculannya sendiri biasanya ditandai oleh adanya pingeucula atau noda berwarna kekuningan yang muncul akibat penumpukan lemak, protein, atau kalsium pada mata.

Meski bukan tergolong penyakit mata berbahaya, Pterigium juga tidak boleh dientengkan begitu saja. Karena jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa menyebabkan penderita mengalami rasa tidak nyaman pada penglihatan serta kurang percaya diri karena cukup mengganggu penampilan.

Penyebab Pterigium

Sebenarnya, sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti faktor penyebab dari penyakit mata ini. Namun, jika dilihat dari jumlah kasus penderita Pterigium yang lebih banyak terdapat di daerah garis khatulistiwa, maka dapat diduga bahwa faktor penyebab Pterigium ini dipengaruhi oleh paparan radiasi ultraviolet cahaya matahari.

Tak hanya itu, jika mengacu pada data banyaknya penderita Pterigium dengan tingkat aktivitas tinggi di luar ruangan, dapat disimpulkan pula bahwa paparan debu, asap, pasir, dan angin juga bisa menjadi faktor penyebab.

Gejala Pterigium

Perlu diketahui, bahwa Pterigium dapat muncul pada sebagian mata atau kedua mata sekaligus. Pada kasus Pterigium awal, biasanya ditandai dengan tumbuhnya selaput di bagian sklera mata atau bagian putih mata. Dalam beberapa kasus, hal ini juga bisa disertai gejala lain, seperti; mata kering, terasa seolah ada sensasi terbakar pada mata, berair, serta gatal dan memerah.

Lebih lanjut, semakin lama akan ditemukan pertumbuhan lesi yang kian meluas sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Beberapa hal yang mungkin dirasakan, di antaranya; ada rasa mengganjal karena pertumbuhan Pterigium yang semakin besar dan menonjol, serta gangguan penglihatan dikarenakan Pterigium yang kian luas dan membuat buram.

Penanganan Pterigium

Meski tergolong gangguan mata yang tidak berbahaya, Pterigium tetap harus ditangani dengan tepat. Karena bagaimanapun, gangguan mata ini tetap akan mengganggu penglihatan, apalagi jika sudah parah. Belum lagi, ini juga akan sangat mengganggu penampilan sehingga bisa mengurangi rasa percaya diri seseorang.

Nah, untuk cara pengobatan Pterigium sendiri lebih didasarkan pada tingkat keparahan. Bagi penderita Pterigium awal yang tergolong ringan, sebenarnya tidak dibutuhkan penanganan khusus selama tidak menimbulkan keluhan atau gejala yang mengganggu. Sementara jika ada keluhan mata merah dan iritasi, sebaiknya segera datang ke dokter spesialis mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Untuk kasus lebih parah yang telah disertai adanya penurunan kemampuan penglihatan, tindakan operasi bisa dilakukan.

Pencegahan Pterigium

Mengingat gangguan mata ini kerap terjadi pada orang-orang dengan tingkat aktivitas tinggi di luar ruangan, tak ada salahnya jika Anda melakukan langkah pencegahan. Anda bisa menggunakan kaca mata hitam atau topi ketika beraktivitas di luar, terlebih saat matahari sedang terik atau cerah. Hal ini bertujuan untuk menghalangi paparan sinar matahari, debu, ataupun asap agar tidak mengenai mata secara langsung. Selain itu, penggunaan obat tetes mata juga dianjurkan guna mempertahankan kelembapan. Tak lain, agar mata tidak kering, gatal, berair, serta memerah.

Nah, itulah beberapa informasi terkait penyakit mata Pterigium yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.