• info@rsmramata.com
  • 0361 9069009

Mengenali Konjunctivitis Vernal serta Cara Mengatasinya

Konjungtivitis vernal (KV) merupakan bentuk konjungtivitis alergi yang berulang khas musiman dan bersifat bilateral (terjadi pada kedua mata). Keaadan ini sering terjadi pada orang dengan Riwayat alergi pada keluarga. Kondisi akan memburuk pada musim semi dan musim panas di belahan bumi utara yang biasa disebut dengan konjungtivitis ‘vernal’ atau musim semi.

Sebelumnya kita akan membahas pada anatomi serta fungsi konjunctiva.

Konjungtiva terdiri atas tiga bagian, yaitu:

1.    Konjungtiva tarsal yang menutupi tarsus

2.    Konjungtiva bulbi yang menutupi sklera

3.    Konjungtiva fornises atau forniks konjungtiva yang merupakan peralihan konjungtiva tarsal dengan konjungtiva bulbi.

 

Konjungtiva berfungsi untuk melapisi lapisan posterior kelopak mata dan anterior sklera. Pada konjungtiva juga terdapat sel goblet yang berfungsi untuk proteksi, hidrasi dan lubrikasi permukaan bola mata.

Beberapa kondisi berikut ini merupakan klasifikasi dari konjungtivitis alergi, yaitu:

-      bentuk proses inflamasi kronik dan berulang pada mata

-      umumnya bilateral (kedua mata)

-      Terjadi menurut musim, sebagai akibat reaksi hipersensitif tipe I dan IV

-      Gambaran spesifik berupa hipertropi papil di canaltarsus dan limbus.


Berikut beberapa bentuk dari konjungtivitis vernal, yaitu:

1.    Bentuk palpebra

Pada konjungtiva palpebra superior yaitu terdapat pertumbuhan papil yang besar yang disebut cobble stone

Konjungtivitis Vernal Palpebra dengan Tanda cobble stone

2.    Bentuk limbal

Hipertrofi limbus ini disertai bintik-bintik yang sedikit menonjol, keputihan, yang dikenal sebagai Horner-Trantas dot 

Penderita pada umumnya akan mengalami beberapa kondisi berikut.

1.    Rasa gatal pada mata (93%)

2.    Mata berair (90%)

3.    Mata terasa terbakar (90%)

4.    Terasa ada benda asing (93%)

5.    Mata merah (90%)

6.    Fotofobia (83%)

Konjungtivitis vernal dapat diobati dengan terapi topical, terapi suportif, terapi sistemik dan terapi pembedahan. Dengan penatalaksanaan sebagai berikut:

1.    Terapi utama: mengindari segala allergen penyebab

2.    Pada fase akut: antiinflamasi sesuai dengan rekomendasi dokter spesialis mata

3.    Terapi suportif: Kompres dingin pada mata, Tetes mata artifisial, Klimatoterapi

4.    Terapi pembedahan berupa Otograf konjungtivas dan krioterapi dilakukan apabila timbulnya komplikasi berupa ulkus kornea, atau menimbulkan plak pada kornea.

beberapa hal lain terkait konjunctivitas vernal

•      self-limiting disease, artinya akan mengalami penyembuhan sendiri. perbaikan dalam jangka waktu 2 – 10 tahun

•     Apabila mengenai kornea, hal ini dapat menyebabkan keratokonjungtivitis vernalis sehingga menyebabkan penurunan tajam penglihatan (visus). Apabila tidak teratasi prognosisnya lebih buruk

•      Apabila proses penyakit meluas ke kornea, dapat terjadi parut kornea, astigmatisme

•      Ukuran papila raksasa berhubungan dengan perburukan progresivitas penyakit 

•       KV bentuk bulbar memiliki prognosis jangka panjang yang lebih buruk daripada bentuk tarsal.

Konjuctivitis Vernal memerlukan evaluasi dari dokter spesialis mata untuk mengetahui kondisi mata, seberapa jauh keterlibatan jaringan mata yang lain, memberikan terapi / pengobatan yang tepat serta memantau lebih jauh untuk mengurangi risiko buruk terhadap tajam pengohatan.


RS Mata Ramata Merupakan RS Khusus Mata di Bali berupaya memberikan Layanan Mata yang unggul dan terpadu.