Mata Terasa Perih, Berpasir, atau Cepat Lelah?
Apakah mata Anda sering terasa seperti ada pasir? Mudah lelah saat bekerja di depan komputer? Atau penglihatan sesekali menjadi buram lalu membaik setelah berkedip?
Keluhan tersebut bisa menjadi tanda mata kering atau Dry Eye Disease (DED).
Mata kering merupakan salah satu gangguan mata yang paling sering dialami, terutama pada orang yang banyak menggunakan komputer, bekerja di ruangan ber-AC, atau menggunakan gadget dalam waktu lama. Meski terdengar ringan, mata kering yang tidak ditangani dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan pada kondisi tertentu memengaruhi kesehatan permukaan mata.
Apa Itu Mata Kering?
Mata kering adalah kondisi ketika permukaan mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup karena:
- Produksi air mata berkurang.
- Air mata menguap terlalu cepat.
- Kualitas air mata tidak optimal.
- Kombinasi dari beberapa faktor tersebut.
Air mata bukan hanya berfungsi untuk membasahi mata, tetapi juga membantu menjaga permukaan kornea tetap sehat, membersihkan partikel kecil, serta memberikan kenyamanan saat berkedip.
Mengapa Air Mata Sangat Penting?
Air mata terdiri dari tiga lapisan utama yang bekerja bersama untuk menjaga kesehatan mata:
Lapisan Minyak (Lipid)
Diproduksi oleh kelenjar Meibom. Lapisan ini membantu mengurangi penguapan air mata.
Lapisan Air (Aqueous)
Merupakan bagian terbesar dari air mata dan berfungsi melembapkan permukaan mata.
Lapisan Mukus
Membantu air mata menempel secara merata pada permukaan kornea.
Gangguan pada salah satu lapisan tersebut dapat menyebabkan mata kering.
Penyebab Mata Kering
Banyak faktor yang dapat menyebabkan atau memperburuk mata kering.
- Penggunaan Gadget Terlalu Lama
Saat menatap layar komputer atau ponsel, frekuensi berkedip cenderung berkurang sehingga air mata lebih cepat menguap.
- Usia
Produksi air mata umumnya menurun seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 50 tahun.
- Lingkungan
Paparan berikut dapat mempercepat penguapan air mata:
- Ruangan ber-AC.
- Angin.
- Debu.
- Asap rokok.
- Udara yang sangat kering.
- Penggunaan Lensa Kontak
Sebagian pengguna lensa kontak lebih rentan mengalami mata kering, terutama jika digunakan terlalu lama atau tidak dirawat dengan baik.
- Penyakit Tertentu
Beberapa kondisi medis dapat berhubungan dengan mata kering, seperti:
- Diabetes.
- Penyakit tiroid.
- Rheumatoid arthritis.
- Sindrom Sjögren.
- Penyakit autoimun lainnya.
- Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat dapat mengurangi produksi air mata, misalnya obat antihistamin, antidepresan tertentu, atau obat tekanan darah tertentu. Jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
- Operasi Mata
Sebagian pasien dapat mengalami mata kering sementara setelah tindakan bedah refraktif atau operasi mata lainnya.
Gejala Mata Kering
Gejala dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga cukup mengganggu.
Keluhan yang sering muncul antara lain:
- Mata terasa perih.
- Mata seperti berpasir.
- Sensasi terbakar.
- Mata mudah lelah.
- Mata merah.
- Mata terasa gatal.
- Penglihatan buram yang membaik setelah berkedip.
- Sensitif terhadap cahaya.
- Sulit memakai lensa kontak.
- Mata berair berlebihan (refleks akibat iritasi).
Banyak orang tidak menyadari bahwa mata yang sering berair justru dapat menjadi tanda mata kering.
Siapa yang Berisiko Mengalami Mata Kering?
Risiko lebih tinggi pada:
- Pengguna komputer lebih dari 6 jam sehari.
- Lansia.
- Wanita, terutama setelah menopause.
- Pengguna lensa kontak.
- Penderita diabetes.
- Pasien dengan penyakit autoimun.
- Orang yang bekerja di ruangan ber-AC.
- Pengguna gadget dalam waktu lama.
Kapan Harus ke Dokter Mata?
Segera lakukan pemeriksaan apabila:
- Keluhan berlangsung lebih dari beberapa hari.
- Mata terasa sangat nyeri.
- Penglihatan semakin buram.
- Mata merah tidak membaik.
- Mata terasa sangat sensitif terhadap cahaya.
- Tetes mata yang dibeli sendiri tidak membantu.
Pemeriksaan penting dilakukan untuk memastikan apakah keluhan benar-benar disebabkan oleh mata kering atau ada penyakit mata lain.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Mata Kering?
Dokter akan melakukan wawancara mengenai keluhan serta pemeriksaan mata.
Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:
Pemeriksaan Slit Lamp
Untuk melihat kondisi permukaan mata, kornea, dan kelopak mata.
Tear Break-Up Time (TBUT)
Mengukur seberapa cepat lapisan air mata menguap setelah berkedip.
Nilai yang lebih pendek dapat mengindikasikan ketidakstabilan lapisan air mata.
Tes Produksi Air Mata (Schirmer Test)
Menggunakan kertas khusus untuk mengukur jumlah produksi air mata.
Pewarnaan Kornea
Dokter menggunakan pewarna khusus untuk melihat apakah terdapat kerusakan pada permukaan kornea akibat mata kering.
Evaluasi Kelenjar Meibom
Dokter dapat memeriksa fungsi kelenjar minyak di kelopak mata karena gangguan pada kelenjar ini merupakan salah satu penyebab utama mata kering akibat penguapan berlebihan.
Cara Mengatasi Mata Kering
Penanganan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan.
- Air Mata Buatan (Artificial Tears)
Tetes mata pelumas merupakan terapi yang paling sering diberikan untuk membantu menjaga kelembapan permukaan mata.
Jenis dan frekuensi penggunaan akan disesuaikan dengan kondisi pasien.
- Perawatan Kelopak Mata
Pada pasien dengan gangguan kelenjar Meibom, dokter dapat menyarankan:
- Kompres hangat.
- Membersihkan kelopak mata.
- Pijat kelopak mata sesuai anjuran.
- Mengurangi Penguapan Air Mata
Dokter dapat memberikan saran seperti:
- Mengurangi paparan angin langsung.
- Menggunakan pelembap udara bila diperlukan.
- Mengatur posisi layar komputer agar sejajar atau sedikit di bawah tinggi mata.
- Mengatasi Penyebab yang Mendasari
Jika mata kering berkaitan dengan penyakit tertentu atau penggunaan obat, dokter akan menyesuaikan penanganan sesuai kondisi pasien.
- Terapi Lain
Pada kasus tertentu, dokter dapat mempertimbangkan terapi tambahan sesuai indikasi medis, seperti obat antiinflamasi topikal atau tindakan lain yang bertujuan meningkatkan kualitas permukaan mata.
Tips Mencegah Mata Kering
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi keluhan:
Terapkan Aturan 20-20-20
Setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek sekitar 20 kaki (±6 meter) selama 20 detik.
Berkedip Lebih Sering
Saat menggunakan komputer atau ponsel, usahakan berkedip secara sadar untuk membantu menyebarkan air mata.
Jaga Hidrasi Tubuh
Minum air yang cukup membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk produksi air mata.
Hindari Asap Rokok
Asap rokok dapat memperburuk iritasi dan mempercepat penguapan air mata.
Gunakan Kacamata Pelindung
Saat berkendara atau berada di lingkungan berangin, kacamata dapat membantu mengurangi penguapan air mata.
Layanan Dry Eye di Rumah Sakit Mata Ramata
Rumah Sakit Mata Ramata menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan mata kering untuk membantu menentukan penyebab keluhan dan memberikan terapi yang sesuai.
Layanan meliputi:
- Pemeriksaan mata komprehensif.
- Evaluasi permukaan mata.
- Pemeriksaan produksi air mata.
- Pemeriksaan Tear Break-Up Time (TBUT).
- Evaluasi kelenjar Meibom.
- Penanganan dry eye sesuai penyebab.
- Edukasi mengenai perawatan mata di rumah.
Dengan dukungan dokter spesialis mata dan fasilitas pemeriksaan yang memadai, pasien akan mendapatkan terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.





